Foto from : baliadamtour.wordpress.com
MENYELAM memang aktivitas yang menyenangkan. Apalagi melihat pemandangan yang menakjubkan, ribuan spesies mahluk bawah air dan gugusan karang yang indah dan berwarna-warni.
Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan lokasi tempat-tempat penyelaman impiian para penyelam. Di Negeri Seribu Pulau ini pun menyediakan setidaknya 8 tempat menyelam terbaik di Indonesia, berikut tempat penyelaman tersebut:
Pulau Bintan, RiauMungkin ini adalah pulau yang paling mudah dicapai dari luar Indonesia, tempat penyelaman ini hanya satu jam dari kebisingan Singapura. Pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang 18 km dengan kehidupan lautnya yang kaya, serta beragam lokasi menyelam untuk Anda nikmati.
Tidak jauh dari garis pantai sebelah utara, terdapat ngarai kecil sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, sangat cocok untuk Anda yang baru pertama kali belajar scuba diving. Tempat unik lainnya adalah lokasi kapal karam, Anda dapat mengeksplorasi sisa-sisa kapal tanker tua yang karam bertahun-tahun lalu di kedalaman laut.
Kepulauan Seribu, Jakarta
Area unik ini terdiri dari ratusan pulau kecil (makanya dilebih-lebihkan jadi 'Kepulauan Seribu'), adalah tempat wajib bagi penyelam asal Jakarta. Dari bermacam pulau tersebut, beberapa yang terkenal yaitu Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara.
Pulau Seribu sangat mudah dicapai, Anda hanya perlu menyewa speedboat dari Marina atau kapal nelayan dari satu dari sekian pelabuhan. Hanya sekitar satu atau dua jam dari Jakarta, Anda akan bisa menyelam sepuasnya. Beberapa pulau yang lebih besar
menyediakan akomodasi lebih baik sekelas resort dan villa, tetapi Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau kecil – tempat karang-karang indah berada!
Karimun Jawa, Jawa Tengah
Bagian lain dari Laut Jawa yang juga merupakan surga bagi para penyelam adalah sebuah pulau di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini, disebut Karimun Jawa, merupakan rangkaian 27 pulau kecil dikelilingi oleh laut yang kaya akan gugus karang biru Acropora. Para penyelam dapat menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam pada 1955. Suguhan tambahan di sini adalah beragam penyu laut yang ditetaskan di taman perlindungan alam.
Pulau Derawan, Kalimantan SelatanSekitar 50 mil dari Tanjung Redeb, Ibu Kota Provinsi Berau, sebuah area yang meliputi pulau-pulau kecil. Tempat ini dipenuhi dengan gugusan koral spektakuler dan gua bawah laut untuk penjelajah berjiwa petualang. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi penyelaman, tiap lokasi memiliki atraksi unik tersendiri untuk Anda nikmati. Beberapa tempat yang terkenal adalah Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.
Di Pulau Sangalaki Anda dapat menemukan pari elang, pari, hiu macan dan sotong. Setiap malam Anda bisa melihat penyu hijau raksasa menetaskan telur di pulau ini. Atraksi utama Pulau Kakaban adalah danau air asin yang dihuni oleh ubur-ubur yang tak menyengat dan ikan gobi. Sementara di Pulau Maratua, Anda akan menemukan banyak ikan berukuran besar seperti barakuda, tuna dan mackerel. Turis bahkan sempat melihat hiu kepala martil dan sampai delapan spesies paus di sini.
Pulau Komodo, Flores
Pulau ini biasanya dikenal karena menjadi tempat bermain bagi komodo, spesies kadal raksasa. Untuk scuba diving, Pulau Komodo juga memiliki sejumlah lokasi penyelaman terbaik di negeri ini. Dari Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah menawarkan beragam atraksi bawah laut seperti beragam mackerel, kod dan ikan kerapu.
Di Pantai Merah, tidak jauh dari pantai, Anda akan menemukan 5 meter turunan penuh ikan berwarna-warni. Terdapat lebih banyak lokasi penyelaman di pantai bagian barat dari Flores seperti, Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca dan Pulau Nusa Node.
Nusa Penida, Bali
Pulau Nusa Penida, berlokasi di timur Bali, merupakan lokasi terkenal untuk penyelam lokal maupun internasional. Sekitar satu jam dari Bali, pulau ini memiliki beberapa gugusan karang yang sangat sehat, yang jelas terlihat pada kedalaman 15 sampai 30 meter.
Bagi pemula, trdapat bermacam lokasi penyelaman di pantai sebelah timur pulau ini yang cocok untuk dijelajahi. Pada pantai sebelah selatan terdapat Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, lebih tepat untuk penyelam berpengalaman yang mencari tantangan. Ikan matahari sering terlihat di Teluk Crystal sementara manta birostris merupakan pemandangan biasa di Manta Point.
Bunaken, Sulawesi Utara
Tempat ini merupakan lokasi penyelaman terkenal yang memiliki reputasi internasional lebih baik dari lainnya, terdiri atas pulau-pulau kecil seperti Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan sebuah gunung tua di tengah laut, Manado Tua. Snorkeling dan
menyelam sangat terkenal di sini dengan lebih dari enam belas titik penyelaman tersebar di seluruh area pulau-pulau. Bunaken memiliki lekukan sedalam 30 meter, tempat tinggal beragam spesies ikan dan kehidupan laut lainnya. Penampakan hiu adalah hal yang biasa, jadi berhati-hatilah!
Selat Lembeh, Sulawesi Utara
Masih di Sulawesi Utara ada ikon lain dunia penyelaman, Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal secara internasional dengan keragaman biota lautnya yang hanya ada di tempat itu. Di sini anda akan dapat menemukan gurita mimic, kuda laut pygmy, sotong, dan frogfish berambut. Tempat ini merupakan surga untuk fotografi bawah laut dan sering disebut “Kiblat dari Fotografi Makro”. Bagaimanapun juga tetap waspada, keindahan Selat Lembeh diperuntukkan bagi penyelam yang berpengalaman.
(uky)
http://travel.okezone.com/read/2011/03/07/408/432099/lokasi-menyelam-terbaik-di-indonesia
Kamis, 10 Maret 2011
Kamis, 10 Februari 2011
KINTAMANI
Obyek Wisata Kawasan Batur terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli dengan suhu udaranya berhawa sejuk pada siang hari dan dingin pada malam hari. Obyek wisata ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, karena lokasi ini menghubungkan kota Bangli dan kota Singaraja. Sedangkan rute obyek, menghubungkan Obyek Wisata Kawasan Batur dengan Obyek Wisata Tampaksiring dan Besakih.
Potensi wisata kawasan ini adalah pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Setelah kira-kira 2 jam perjalanan dari kota Denpasar kita akan sampai di kawasan ini, tepatnya di tempat yang disebut penelokan, yang sesuai dengan namanya dalam bahasa bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Penelokan terletak di wilayah Desa Kedisan, salah satu desa di Kecamatan Kintamani.
Dari Penelokan kita bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan. kombinasi antara Gunung batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia. Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata, antara lain penginapan maupun restoran.
Dari penelokan kita mempunyai dua alternatif untuk melanjutkan perjalanan di Kintamani. pertama kita bisa melanjutkan ke arah utara menuju Desa Batur. Di desa ini kita bisa berkunjung ke salah satu Pura kahyangan jagat di Bali yang bernama Pura Batur. pura ini pada awalnya terletak di sebelah barat daya Gunung batur yang kemudian dipindahkan bersamaan dengan pindahnya warga desa ke bagian atas.
Alternatif kedua kita bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan kita bisa melihat peradaban Bali kuno yang disebut Bali aga. di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakan begitu saja di bawah sebuah pohon. Mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali.
Di obyek wisata Kawasan Batur tersedia tempat parkir, rumah makan, restoran, penginapan, toilet, wartel, serta warung-warung minuman dan makanan kecil. Fasilitas angkutan umum dan angkutan penyeberangan juga tersedia
Obyek wisata Kawasan Batur ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan nusantara. Kunjungan yang paling menonjol sekitar bulan Agustus, Desember, saat menyambut Tahun Baru dan suasana Tahun Baru. Demikian pula pada hari-hari Raya Galungan, Idul Fitri dan Hari Raya Natal, bahkan sering dikunjungi oleh tamu negara baik dari pusat maupun tamu dari luar negeri.
Sedikit Sejarah Kintamani
Sumber-sumber yang menyebutkan tentang Batur adalah Lontar Kesmu Dewa. Lontar Usana Bali dan Lontar Raja Purana Batur. Disebutkan bahwa Pura Batur sudah ada sejak zaman Empu Kuturan yaitu abad X sampai permulaan abad XI. Luasnya areal dan banyaknya pelinggih-pelinggih maka diperkirakan bahwa Pura Batur adalah Penyiwi raja-raja yang berkuasa di Bali, sekaligus merupakan Kahyangan Jagat. Di Pura Batur yang diistanakan adalah Dewi Danu yang disebutkan dalam Lontar Usana Bali yang terjemahannya sebagai berikut:
Adalah ceritera, terjadi pada bulan Marga Sari (bulan ke V) waktu Kresna Paksa (Tilem) tersebutlah Betara Pasupati di India sedang memindahkan Puncak Gunung Maha Meru dibagi menjadi dua, dipegang dengan tangan kiri dan kanan lalu dibawa ke Bali digunakan sebagai sthana Putra beliau yaitu Betara Putrajaya (Hyang Maha Dewa) dan puncak gunung yang dibawa tangan kiri menjadi Gunung Batur sebagai sthana Betari Danuh, keduanya itulah sebagai ulunya Pulau Bali. Kedua Gunung ini merupakan lambang unsur Purusa dan Pradana dari Sang Hyang Widhi. Pura Batur merupakan tempat Pemujaan Umat Hindu di seluruh Bali khususnya Bali Tengah, Utara dan Timur memohon keselamatan di bidang persawahan. Sehingga pada saat puja wali yang jatuh pada Purnamaning ke X (kedasa) seluruh umat terutama pada semua kelian subak, sedahan-sedahan datang ke Pura Batur menghaturkan "Suwinih". Demikian kalau terjadi bencana hama.
Masih tertarik dengan Kintamani ??
Ayo datang ke Bali dan kami akan suguhkan keindahan alam Kintamani dan masih banyak lagi tempat - tempat yang tidak kalah menariknya.
Hubungi kami di :
Email : garjitabali@gmail.com
Sms : 085739215216
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kintamani
Potensi wisata kawasan ini adalah pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Setelah kira-kira 2 jam perjalanan dari kota Denpasar kita akan sampai di kawasan ini, tepatnya di tempat yang disebut penelokan, yang sesuai dengan namanya dalam bahasa bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Penelokan terletak di wilayah Desa Kedisan, salah satu desa di Kecamatan Kintamani.
Dari Penelokan kita bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan. kombinasi antara Gunung batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia. Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata, antara lain penginapan maupun restoran.
Dari penelokan kita mempunyai dua alternatif untuk melanjutkan perjalanan di Kintamani. pertama kita bisa melanjutkan ke arah utara menuju Desa Batur. Di desa ini kita bisa berkunjung ke salah satu Pura kahyangan jagat di Bali yang bernama Pura Batur. pura ini pada awalnya terletak di sebelah barat daya Gunung batur yang kemudian dipindahkan bersamaan dengan pindahnya warga desa ke bagian atas.
Alternatif kedua kita bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan kita bisa melihat peradaban Bali kuno yang disebut Bali aga. di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakan begitu saja di bawah sebuah pohon. Mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali.
Di obyek wisata Kawasan Batur tersedia tempat parkir, rumah makan, restoran, penginapan, toilet, wartel, serta warung-warung minuman dan makanan kecil. Fasilitas angkutan umum dan angkutan penyeberangan juga tersedia
Obyek wisata Kawasan Batur ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan nusantara. Kunjungan yang paling menonjol sekitar bulan Agustus, Desember, saat menyambut Tahun Baru dan suasana Tahun Baru. Demikian pula pada hari-hari Raya Galungan, Idul Fitri dan Hari Raya Natal, bahkan sering dikunjungi oleh tamu negara baik dari pusat maupun tamu dari luar negeri.
Sedikit Sejarah Kintamani
Sumber-sumber yang menyebutkan tentang Batur adalah Lontar Kesmu Dewa. Lontar Usana Bali dan Lontar Raja Purana Batur. Disebutkan bahwa Pura Batur sudah ada sejak zaman Empu Kuturan yaitu abad X sampai permulaan abad XI. Luasnya areal dan banyaknya pelinggih-pelinggih maka diperkirakan bahwa Pura Batur adalah Penyiwi raja-raja yang berkuasa di Bali, sekaligus merupakan Kahyangan Jagat. Di Pura Batur yang diistanakan adalah Dewi Danu yang disebutkan dalam Lontar Usana Bali yang terjemahannya sebagai berikut:
Adalah ceritera, terjadi pada bulan Marga Sari (bulan ke V) waktu Kresna Paksa (Tilem) tersebutlah Betara Pasupati di India sedang memindahkan Puncak Gunung Maha Meru dibagi menjadi dua, dipegang dengan tangan kiri dan kanan lalu dibawa ke Bali digunakan sebagai sthana Putra beliau yaitu Betara Putrajaya (Hyang Maha Dewa) dan puncak gunung yang dibawa tangan kiri menjadi Gunung Batur sebagai sthana Betari Danuh, keduanya itulah sebagai ulunya Pulau Bali. Kedua Gunung ini merupakan lambang unsur Purusa dan Pradana dari Sang Hyang Widhi. Pura Batur merupakan tempat Pemujaan Umat Hindu di seluruh Bali khususnya Bali Tengah, Utara dan Timur memohon keselamatan di bidang persawahan. Sehingga pada saat puja wali yang jatuh pada Purnamaning ke X (kedasa) seluruh umat terutama pada semua kelian subak, sedahan-sedahan datang ke Pura Batur menghaturkan "Suwinih". Demikian kalau terjadi bencana hama.
Masih tertarik dengan Kintamani ??
Ayo datang ke Bali dan kami akan suguhkan keindahan alam Kintamani dan masih banyak lagi tempat - tempat yang tidak kalah menariknya.
Hubungi kami di :
Email : garjitabali@gmail.com
Sms : 085739215216
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kintamani
Senin, 07 Februari 2011
UBUD
Ubud adalah sebuah tempat peristirahatan di daerah kabupaten Gianyar, pulau Bali, Indonesia.
Ubud terutama terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang-jurang gunung yang membuat alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.
Sudah sejak tahun 1930-an, Ubud terkenal di antara wisatawan barat. Kala itu pelukis Jerman; Walter Spies dan pelukis Belanda; Rudolf Bonnet menetap di sana. Mereka dibantu oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka bisa dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.
Kawasan wisata
Ubud memiliki kawasan wisata yang sangat beragam, dari wisata wana hingga wisata tirta tersebar di kawasan Ubud, diantaranya adalah:
Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery
Museum RudanaMuseum Rudana merupakan museum seni yang berlokasi di Ubud, Bali, yang didirikan oleh Nyoman Rudana, seorang kolektor lukisan yang juga duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Propinsi Bali periode 2004 2009 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 26 Desember 1995. Museum ini menyimpan lebih dari 400 buah lukisan dan patung hasil karya para seniman, baik dari Bali, seniman Indonesia di luar Bali maupun karya para seniman asing yang menjadikan Bali sebagai tempatnya berkarya. Berada dalam satu kompleks, berdiri Rudana Fine Art Gallery yang didirikan pada tahun 1978 dan merupakan cikal bakal berdirinya Museum Rudana.
Museum Puri Lukisan
Adalah sebuah museum seni rupa pertama, yang dikelola oleh swasta, di Bali. Diprakarsai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan Yayasan Ratna Warta, dan di buka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin.
Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha.
Puri Agung Ubud
Puri Agung Ubud terletak tepat di jantung kota Ubud. Merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan adat, yang diadakan di tepat di depan puri. Puri Ubud masih memiliki tata ruang dan bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Di halaman depan, setelah pintu gerbang, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Disini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan. Dan setiap hari, dilaksanakan latihan gamelan dari berbagai kelompok seni musik yang ada di Ubud. Semua aktivitas seni semakin mengentalkan suasana Ubud sebagai sebuah desa yang berwawasan kesenian
Wanara Wana
Wanara Wana atau Hutan Kera, (lebih dikenal dengan Monkey Forest) adalah kawasan hutan sakral yang terdapat di kawasan Ubud, tepatnya masuk ke dalam wilayah desa adat Padangtegal, Ubud. Di hutan ini terdapat sekawanan kera yang jumlahnya ratusan, yang telah menghuni kawasan ini selama ratusan tahun. Di kawasan ini terdapat pula Pura Dalem Padangtegal, yang didirikan pada awal abad ke-20. Pura tersebut memiliki arsitektur serta ornamen yang sangat kuno dan artistik. Anda juga bisa mencari mata air suci di bawah Patung Komodo yg tersembunyi, yg mana bila diminum, dipecaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit.
Arung Jeram
Di wilayah barat Ubud, terdapat Tukad (Kali) Ayung. Di sungai ini banyak aktivitas wisata tirta, di antaranya adalah arung jeram dan berkayak. Terdapat beberapa jasa wisata tirta yang menawarkan layanan ini. Selain wisata tirta, di sepanjang tebing Tukad Ayung juga memiliki pemandangan alam yang memikat, dan terdapat puluhan hotel berbintang.
Pasar Ubud
Persis didepan Puri agung Ubud terdapat sebuah pasar tradisional yang menyediakan berbagai macam barang dagangan mulai dari perlengkapan upacara hindu, pakaian, makanan dll.
Jadi akan sangat disayangkan jika berlibur ke Bali tidak dapat mengunjungi Ubud.
Untuk info Hotel, transportasi maupun restaurant yang ada di Ubud bisa menghubungi kami di :
Email : garjitabali@gmail.com Atau Sms : 085739215216 ( Wayan Garjita )
isi :http://id.wikipedia.org/wiki/Ubud
Video :www.beoscope.com
Ubud terutama terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang-jurang gunung yang membuat alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.
Sudah sejak tahun 1930-an, Ubud terkenal di antara wisatawan barat. Kala itu pelukis Jerman; Walter Spies dan pelukis Belanda; Rudolf Bonnet menetap di sana. Mereka dibantu oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka bisa dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.
Kawasan wisata
Ubud memiliki kawasan wisata yang sangat beragam, dari wisata wana hingga wisata tirta tersebar di kawasan Ubud, diantaranya adalah:
Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery
Museum RudanaMuseum Rudana merupakan museum seni yang berlokasi di Ubud, Bali, yang didirikan oleh Nyoman Rudana, seorang kolektor lukisan yang juga duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Propinsi Bali periode 2004 2009 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 26 Desember 1995. Museum ini menyimpan lebih dari 400 buah lukisan dan patung hasil karya para seniman, baik dari Bali, seniman Indonesia di luar Bali maupun karya para seniman asing yang menjadikan Bali sebagai tempatnya berkarya. Berada dalam satu kompleks, berdiri Rudana Fine Art Gallery yang didirikan pada tahun 1978 dan merupakan cikal bakal berdirinya Museum Rudana.
Museum Puri Lukisan
Adalah sebuah museum seni rupa pertama, yang dikelola oleh swasta, di Bali. Diprakarsai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan Yayasan Ratna Warta, dan di buka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin.
Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha.
Puri Agung Ubud
Puri Agung Ubud terletak tepat di jantung kota Ubud. Merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan adat, yang diadakan di tepat di depan puri. Puri Ubud masih memiliki tata ruang dan bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Di halaman depan, setelah pintu gerbang, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Disini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan. Dan setiap hari, dilaksanakan latihan gamelan dari berbagai kelompok seni musik yang ada di Ubud. Semua aktivitas seni semakin mengentalkan suasana Ubud sebagai sebuah desa yang berwawasan kesenian
Wanara Wana
Wanara Wana atau Hutan Kera, (lebih dikenal dengan Monkey Forest) adalah kawasan hutan sakral yang terdapat di kawasan Ubud, tepatnya masuk ke dalam wilayah desa adat Padangtegal, Ubud. Di hutan ini terdapat sekawanan kera yang jumlahnya ratusan, yang telah menghuni kawasan ini selama ratusan tahun. Di kawasan ini terdapat pula Pura Dalem Padangtegal, yang didirikan pada awal abad ke-20. Pura tersebut memiliki arsitektur serta ornamen yang sangat kuno dan artistik. Anda juga bisa mencari mata air suci di bawah Patung Komodo yg tersembunyi, yg mana bila diminum, dipecaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit.
Arung Jeram
Di wilayah barat Ubud, terdapat Tukad (Kali) Ayung. Di sungai ini banyak aktivitas wisata tirta, di antaranya adalah arung jeram dan berkayak. Terdapat beberapa jasa wisata tirta yang menawarkan layanan ini. Selain wisata tirta, di sepanjang tebing Tukad Ayung juga memiliki pemandangan alam yang memikat, dan terdapat puluhan hotel berbintang.
Pasar Ubud
Persis didepan Puri agung Ubud terdapat sebuah pasar tradisional yang menyediakan berbagai macam barang dagangan mulai dari perlengkapan upacara hindu, pakaian, makanan dll.
Jadi akan sangat disayangkan jika berlibur ke Bali tidak dapat mengunjungi Ubud.
Untuk info Hotel, transportasi maupun restaurant yang ada di Ubud bisa menghubungi kami di :
Email : garjitabali@gmail.com Atau Sms : 085739215216 ( Wayan Garjita )
isi :http://id.wikipedia.org/wiki/Ubud
Video :www.beoscope.com
Kamis, 20 Januari 2011
BALI HAI CRUISES
REEF CRUISE
Our Island Reef Cruise offers a full day’s activities - above and below the water. The luxury Bali Hai II catamaran moors alongside our purpose-built pontoon in peaceful Lembongan Bay.
See the island’s exotic marine life and colourful corals from the comfort of our semi-submersible coral viewer.
Try snorkeling for a closer look or enjoy a host of other activities: unlimited banana boat rides, a cultural tour of the island or our exciting 35 metre waterslide. And when you’ve worked up an appetite, feast on a delicious buffet served in air-conditioned comfort.
Departs at 9.15am - Returns at 4:15pm
Price : US$95
Children 4 to 14 years half fare
Infants under 4 years free
Family Package : 2 adults + max 3 children (4 to 14 years) is available. Please contact us for more information.
Includes:
Air-conditioned hotel transfers
Return transfers to Lembongan Island aboard the luxurious catamaran Bali Hai II
Morning/afternoon tea and snacks
International Buffet Lunch
Semi Submersible Coral Viewer
Village excursion
Unlimited banana boat rides
Snorkeling equipment and instruction
35m Water Slide
Diving Board
Locker
ARISTOCAT SAILING CRUISE
Sail away into paradise aboard Aristocat - The Luxury Sailing Catamaran. This stunning 64ft vessel is equipped to the highest standards and departs from Benoa Harbour to the idyllic isle of Lembongan, off the south-east coast of Bali, where you can experience the unspoilt charms of a peaceful tropical island. Enjoy a day in the pristine bay at Bali Hai Cruises private Beach Club, where you can relax on golden sand, lie back in the shade of tranquil gardens or cool off in a lagoon pool.
Complimentary soft drinks and refreshments are available on board Aristocat. At the Beach Club enjoy an appetizing BBQ lunch grilled at our poolside cabana, which includes salads, steaks and fresh fish. After lunch, join a guided village tour of this small unspoiled island, home to seaweed farmers.
The Aristocat offers an array of water sports activities, including banana boat rides, pool volley ball, snorkeling and semi submersible coral viewer. Other water sports options include a parasailing adventure which will take you high above the water for a birds’ eye view of the island and scuba diving. Certified divers may travel further a field to experience life beneath the waves in this vibrant ocean channel.
And when the day is done, Aristocat makes a leisurely cruise back to Benoa Harbour, arriving as the sun sets on another glorious day in paradise.
Departs at 9.00am
Returns at 6:00pm (sunset)
Price : US$98
Children 8-14 years : US$66
Includes:
Air-conditioned Hotel Transfers
Sail to Beach Club
Morning Tea/Coffee and Snacks
BBQ Lunch
Snorkeling Equipment and Instruction
Beach/Pool Games
Children’s Activities
Banana Boat Rides
Village Excursion
Sea Kayaks
Complimentary soft drinks during sailing
1x vouchers during lunch for wine, beer or soft drinks
Under-water viewing chamber, semi-submarine, towel, locker
BEACH CLUB CRUISE
Experience the unspoilt charms of a peaceful tropical island with our Beach Club Cruise. After cruising in comfort to Lembongan Island aboard our luxury catamaran Bali Hai II, you are transferred to our private Beach Club only minutes away. Here you can relax on golden sands, lie back in the shade of the tranquil gardens, or cool off in our lagoon pool. If the mood takes you, an array of activities includes pool volleyball, banana boat rides, snorkeling and island excursions. And to add to the tropical atmosphere there is an appetizing BBQ lunch, which includes salads and fresh fish grilled at our pool-side cabana.
Departs at 9.15am - Returns at 4.15pm
Price : US$95
Children 4 to 14 years half fare
Infants under 4 years free
Family Package: 2 adults + max 3 children (4 to 14 years) is available. Please contact us for more information.
Includes:
Air-conditioned hotel transfers
Morning/afternoon tea and snacks
BBQ Lunch
Snorkeling equipment and tours
Beach/pool games
Children’s Club
Unlimited banana boat rides
Village excursion
Sea Kayaks
Semi Submersible Coral Viewer
Locker
And lot of other activities, visit http://www.balihaicruises.com for more information.
And contact us to got a special price :)
Our Island Reef Cruise offers a full day’s activities - above and below the water. The luxury Bali Hai II catamaran moors alongside our purpose-built pontoon in peaceful Lembongan Bay.
See the island’s exotic marine life and colourful corals from the comfort of our semi-submersible coral viewer.
Try snorkeling for a closer look or enjoy a host of other activities: unlimited banana boat rides, a cultural tour of the island or our exciting 35 metre waterslide. And when you’ve worked up an appetite, feast on a delicious buffet served in air-conditioned comfort.
Departs at 9.15am - Returns at 4:15pm
Price : US$95
Children 4 to 14 years half fare
Infants under 4 years free
Family Package : 2 adults + max 3 children (4 to 14 years) is available. Please contact us for more information.
Includes:
Air-conditioned hotel transfers
Return transfers to Lembongan Island aboard the luxurious catamaran Bali Hai II
Morning/afternoon tea and snacks
International Buffet Lunch
Semi Submersible Coral Viewer
Village excursion
Unlimited banana boat rides
Snorkeling equipment and instruction
35m Water Slide
Diving Board
Locker
ARISTOCAT SAILING CRUISE
Sail away into paradise aboard Aristocat - The Luxury Sailing Catamaran. This stunning 64ft vessel is equipped to the highest standards and departs from Benoa Harbour to the idyllic isle of Lembongan, off the south-east coast of Bali, where you can experience the unspoilt charms of a peaceful tropical island. Enjoy a day in the pristine bay at Bali Hai Cruises private Beach Club, where you can relax on golden sand, lie back in the shade of tranquil gardens or cool off in a lagoon pool.
Complimentary soft drinks and refreshments are available on board Aristocat. At the Beach Club enjoy an appetizing BBQ lunch grilled at our poolside cabana, which includes salads, steaks and fresh fish. After lunch, join a guided village tour of this small unspoiled island, home to seaweed farmers.
The Aristocat offers an array of water sports activities, including banana boat rides, pool volley ball, snorkeling and semi submersible coral viewer. Other water sports options include a parasailing adventure which will take you high above the water for a birds’ eye view of the island and scuba diving. Certified divers may travel further a field to experience life beneath the waves in this vibrant ocean channel.
And when the day is done, Aristocat makes a leisurely cruise back to Benoa Harbour, arriving as the sun sets on another glorious day in paradise.
Departs at 9.00am
Returns at 6:00pm (sunset)
Price : US$98
Children 8-14 years : US$66
Includes:
Air-conditioned Hotel Transfers
Sail to Beach Club
Morning Tea/Coffee and Snacks
BBQ Lunch
Snorkeling Equipment and Instruction
Beach/Pool Games
Children’s Activities
Banana Boat Rides
Village Excursion
Sea Kayaks
Complimentary soft drinks during sailing
1x vouchers during lunch for wine, beer or soft drinks
Under-water viewing chamber, semi-submarine, towel, locker
BEACH CLUB CRUISE
Experience the unspoilt charms of a peaceful tropical island with our Beach Club Cruise. After cruising in comfort to Lembongan Island aboard our luxury catamaran Bali Hai II, you are transferred to our private Beach Club only minutes away. Here you can relax on golden sands, lie back in the shade of the tranquil gardens, or cool off in our lagoon pool. If the mood takes you, an array of activities includes pool volleyball, banana boat rides, snorkeling and island excursions. And to add to the tropical atmosphere there is an appetizing BBQ lunch, which includes salads and fresh fish grilled at our pool-side cabana.
Departs at 9.15am - Returns at 4.15pm
Price : US$95
Children 4 to 14 years half fare
Infants under 4 years free
Family Package: 2 adults + max 3 children (4 to 14 years) is available. Please contact us for more information.
Includes:
Air-conditioned hotel transfers
Morning/afternoon tea and snacks
BBQ Lunch
Snorkeling equipment and tours
Beach/pool games
Children’s Club
Unlimited banana boat rides
Village excursion
Sea Kayaks
Semi Submersible Coral Viewer
Locker
And lot of other activities, visit http://www.balihaicruises.com for more information.
And contact us to got a special price :)
Rabu, 12 Januari 2011
Long ago, on a step hillside between the mountain and the sea on the splendid island of Bali, there once lived a village of people renowned for their believe to God and their love for nature. They considered all the wild animals and plants to be their friends. In those days there were many deer and few people. And tigers never bothered the village. They lived together in peace and harmony.
Home to hundreds amazing animals representing more than 50 species, including some of rare and endangered species. Combining Balinese cultural ambience with African Savannah, Bali Safari and Marine Park featuresthe following exhibits featuring Sumatran elephant, Sumatran tiger, white tiger, leopard, komodo dragon and cheetah are just some of the fascinating creatures that can be seen at the Bali Safari and Marine Park.
Fulfilling its mission of conservation, education and recreation through one of our attractive Elephant Show devoted to animals involved in conservation and education projects and so much more excitement by riding the elephant with our Elephant Back Safari around the African Savannah and get to see your favorite animal up close! in Animal Encounter make the Bali Safari and Marine Park's leading familiy attraction and adventure in Bali.
Taman Safari Indonesia is a member of WAZA (The World Associations of Zoo and Aquariums), SEAZA (The South East Asians Zoo Associations), CBSG (Conservations Breeding Specialist Group) and PKBSI (Indonesia Zoological Parks Associations).
Bali Safari and Marine Park is the leader of having new concepts in Zoo design where Safari, open Zoo and culture blended into a wonderful haven for animals..
Safari Journey
Our exciting and adventurous Safari Journey is one of our signature activities here at the park that takes the visitor through the habitats of Indonesia, India and Africa.
Coming face to face with many animals, the visitor has the opportunity to see our wildlife living naturally all together in these open range regions and you get to take as many photos as you like, all from the comfort and safety of your air conditioned safari tram, with your very own personal guide!
Get ‘up close’ and personal with the animals as they approach your window side. Take pleasure when you plunge into ‘Lake Manyara’ where the Hippopotamus hang out all day to keep cool, get close enough to count the zebra’s stripes, enter the Lion’s den if you dare! Do your best to spot the tigers hiding in the dense jungle and be captivated by the enormous size of our male White Rhinoceros named Nelson.
We proudly invite you to come and experience the riches of wildlife right here at the Bali Safari & Marine Park’s beautifully landscaped natural habitat setting that is home to our many magnificent animals.
Your personal Safari guides are awaiting your arrival, so please be sure to bring all your wildlife questions along with you and our guides will be happy to help you learn more about the wonderful world of animals the next time you visit us here at the park.
Sabtu, 08 Januari 2011
BALI BIRD PARK
Find yourself at the Bali Bird Park to witness the largest and finest collection of Indonesian birds in the world plus fantastic birds from Africa & South America.
Encompassing two hectares of botanical landscape, the park provides sanctuary to almost 1000 birds of 250 different species.
Our innovative approach towards the display of rare and tropical birds has progressed from traditional exhibits to that of showcasing mixed species in their natural habitats & in large walk in Aviaries and free range throughout the park.
The park accommodates an amazing display of flora with more then 2000 tropical plants including 50 varieties of palms alone and attracting numerous butterflies.
Incorporating a breeding, research and veterinary facility within the complex, the park has a high success rate in the captive reproduction of exotic birds such as the Bird. of Paradise and Hornbill.
generalinformation
Operating hours :
The park and restaurant is open from 09.00 a.m until 17:30 p.m daily. Except on Balinese New Year ( Nyepi )
Entrance Ticket :
Adult US $ 21.5 + 10 % Service charge
Child US $ 10.5 + 10 % service charge
Childrens Age :
2 – 12 years of age
Infant :
under 2 years of age are free of charge
Booking :
Not necessary
Advance booking is requested for special events :
To enable us to handle your requirements efficiently, bookings with full details are necessary.
For lunch buffet, Dinner buffet and breakfast with the birds, three days advance notice is required.
Bookings for guided tour : Free guiding is provided for parties of 20 or more. Please book 24 hours in advance
Credit Card :
Bali Bird Park use the Bank of Indonesia US $ changing rate and we accept travelers and credit cards as : Amex, JCB, VISA, BCA Card, Mater Card, Dinners club.
Insurance:
Insurance cover for the safety of our customer is provided through PT. JASINDO
Dogs & Pet
Dogs and other pets are prohibited from the park as they scare the birds.
Park facilities
Refreshment :
Refreshments are available in the Bali Starling Restaurant (150 seats capacity ) and Rain Forest Café ( 30 seats capacity )
Rest Room :
There are four rest rooms strategically located throughout the park
First Aid :
First aid facilities are available at the Park. In case of emergency ask the Management on duty or any member of our staff
Gifts & souvenirs :
Unique bird themed merchandise is available from the park gift shop adjacent to the main restaurant. Alternatively, local artisans display hand painted crafts in traditional pavilions strategically located around the park
Disability Access The park has been designed with barrier-free pathways for convenient wheelchair and baby-stroller access. However, there are staff on hand if assistance is required.
Parking Area :
Large parking areas also for tours busses
Join us for an adventure that has no boundaries as we take you on a journey across the Indonesian archipelago, Latin America and South Africa.
The park is divided into regions that recreate the natural habitats of our birds, complete with indigenous plant life and traditional artefacts for authenticity.
Experience the original Jungle birds of Bali and encounter the world's rarest bird, the Bali Starling.
Discover the exotic birds of Papua and one of the most comprehensive collections of Bird of Paradise in the whole world.
Travel to Far East Indonesia, home to an amazing array of birds as well as the extraordinary Komodo Dragon, a giant carnivorous lizard which is a direct descendant of the dinosaur and rarely seen in captivity.
See the fantastic Javan Hawk and Serpent Eagles - & listen to the sweet sounds of Java's song birds echoing through the foliage.
Visit the deep jungle and misty mountain ranges of Sumatra for rare and strange endemic birds.
Venture to other tropical continents to view our collection of South American exotics such as the Scarlet Macaw and Toucan, witness the Congo Grey Parrot and other birds of the African Savannah.
See Cassowaries, Cranes, Storks & Pelicans and many more birds as they wander freely living and breeding uninhibited throughout the park.
wildside
Stroll within the boundaries of our giant walk-through aviaries that replicate the natural eco-systems of the Bali Jungle and Papuan Rainforest.
Pathways and bridges are carved through the dense foliage where only filtered sunlight manages to penetrate the canopy of greenery overhead.
Several vantage points have been strategically positioned to catch glimpses of free flying birds as they follow their survival instincts of foraging for food, nesting and mating.
These protected enclosures safeguard rare species from outside predators, whilst still exposing them to the various aspects of living in the wild.
Rabu, 08 September 2010
CANDI DASA
Candidasa merupakan salah satu kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983. Pada mulanya nama Candidasa merupakan nama sebuah pura, yaitu Pura Candidasa, yang terltak di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke-12 M. Memiliki potensi alam dan pantai yang mempesona dengan pasir putihnya.
Pantai berpasir putih tersebut sebenarnya bernama Teluk Kehen, namun dalam perkembangannya seiring ditetapkannya pantai tersebut menjadi obyek dan daya tarik wisata, maka pantai Teluk Kehen berubah nama menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura yang ada di wilayah itu.
Candidasa terletak di Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, berjarak 12 km dari Kota Amlapura dan sekitar 45 km dari KotaDenpasar. Pesona alam yang dikembangkan sebagai obyek wisata bahari inidapat menjadi pilihan untuk melakukan berbagai aktifitas, seperti sun bathing, canoing, snorekling,fishing, trekking melalui perbukitan, dan yang tak kalah menariknya adalah keberadaan pulau-pulau kecil yang dapat dijangkau jaraknya dengan perahu nelayan (jukung).Pulau-pulau kecil tersebut menyimpan potensi panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.
Salah satu cerita yang menjadi mitos tentang keberadaan Pura Candidasa yang berkembang dan diyakini oleh masyarakat setempat adalah Arca Dewi Hariti yang terletak pada sebuah relung di bagian bawah tebing bukit. Konon dikisahkan bahwa Dewi Hariti pada mulanya adalah seorang yaksa dalam Agama Budha yang gemar memakan daging anak-anak. Namun setelah mendapat pencerahan ajaran Agama Budha, Sang Dewi kemudian bertobat dan berbalik menjadi pelindung dan penyayang anak-anak.
Arca Dewi Hariti selanjutnya dipahatkan bersama 10 orang anak-anak yang mengerubutinya, sebagai ciri pelindung, penyayang, dan juga sebagai perlambang kesuburan dan kemakmuran. Masyarakat setempat meyakini bahwa Dewi Hariti berarti ibu beranak banyak yang dapat memberikan anugerah kesuburan dan kemakmuran. Oleh karenanya maka tempat ini banyak didatangi dan dimanfaatkan oleh pasangan suami – isteri yang belum dikaruniai keturunan untuk memohon do’a dengan membawa sesajen yang dipersembahkan kepada Dewi Hariti. (nn/KIT)
Selasa, 07 September 2010
ALAS KEDATON
Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Marga kurang lebih 4 km dari kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik. Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari utara, timur dan dari selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dianggap keRamat. Masyarakat sekitar percaya kalau kera-kera ini adalah kera utusan Tuhan atau disebut "Wenara Duwe". Di samping itu pula terdapat sekelompok kalong yang hidup bergantungan di dahan-dahan pohon kayu yang besar dan sewaktu-waktu beterbangan yang merupakan suatu atraksi yang sangat menarik. Upacara piodalan di pura ini adalah jatuh pada hari Selasa ( Anggara Kasih ) dua puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara di maksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Di sekitar obyek terdapat banyak artshop dan warung, dan fasilitas lain seperti tempat parkir yang luas.
PANTAI JIMBARAN
Terletak di sebelah selatan dan bersebelahan dengan Pantai Kedonganan, pantai ini juga menawarkan hal yang sama dengan yang lain, hanya airnya lebih jernih, sehingga nyaman untuk renang, rileks dan berjemur diri.
Di pantai Jimbaran terdapat beberapa hotel besar dengan fasilitas lengkap dan standar internasional. Beberapa unit cafe juga berjajar di pantai menyediakan berbagai makanan sari laut, khususnya ikan bakar, dengan aroma dan rasa khasnya yang mengundang selera.
GARUDA WISNU KENCANA ( GWK )
Patung ini berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran Bali. Karya masterpiece Bali I Nyoman Nuarta. Saat ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi Landmark bagi pariwisata Bali dan Indonesia.
Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita "Garuda & Kerajaannya" dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.
Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita "Garuda & Kerajaannya" dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.
TANJUNG BENOA
Di sebelah utara kawasan Nusa Dua adalah Tanjung Benoa. Terletak di sepanjang pantai yang landai dengan pasirnya yang putih bersih merupakan tempat yang menyenangkan untuk melakukan beraneka olah raga dan rekreasi air, seperti.; snorkling, parasailing, diving, naik boat, berlayar, berselancar, melihat pemandangan bawah laut dengan glass buttom boat dan berbagai kegiatan olah raga air lainnya.
Sebagai bagian dari kawasan Nusa Dua, Tanjung Benoa juga terdapat beberapa hotel berbintang lima dengan fasilitasnya yang megah.
PURA TAMAN AYUN
Secara arfiah, Taman Ayun berarti Taman yang Indah. Pura ini terletak di Desa Mengwi sekitar 18 kilometer barat laut kota Denpasar dan merupakan salah satu dari pura-pura yang terindah di Bali. Halaman pura ditata sedemikian indah dan dikelilingi kolam ikan yang dibangun tahun 1634 oleh Raja.Mengwi saat itu I Gusti Agung Anom. Dihiasi oleh meru - meru yang menjulang tinggi dan megah diperuntukkan baik bagi leluhur kerajaan maupun bagi para Dewa yang bestana di Pura-pura lain di Bali.
Pura Taman Ayun adalah Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Setiap 210 hari tepatnya setiap "Selasa Kliwon Medangsia" (Menurut perhitungan tahun Saka) segenap masyarakat Mengwi merayakan piodalan selama beberapa hari memuja Tuhan dengan segala manifestasinya.
Kompleks Pura dibagi menjadi 4 halaman yang berbeda, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman Pertama disebut dengan Jaba yang bisa dicapai hanya dengan melewati satu-satunya jembatan kolam dan Pintu gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (wantilan) dimana sering diadakan sabungan ayam saat ada upacara.
Di halaman ini, juga terdapat tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin. Sambil menuju ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama.
Areal ke tiga atau Halaman ke dua, posisinya lebih tinggi dari halaman pertama untuk masuk ke halaman ini, pengunjung harus melewati pintu gerbang kedua. Begitu masuk, pandangan akan tertuju pada sebuah bangunan Aling-aling "Bale Pengubengan" yang dihiasi dengan relief menggambarkan "Dewata Nawa Sanga", (9 Dewa penjaga arah mata angin).
Di sebelah timur halaman ini ada satu Pura kecil disebut Pura Dalem Bekak, sedangkan di pojok sebelah barat terdapat sebuah Balai Kulkul menjulang tinggi.
Areal ke empat atau halaman terakhir adalah yang tertinggi dan yang paling suci. Pintu gelung yang paling tengah akan dibuka di saat ada upacara, tempat ke luar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan Gerbang yang di kiri kananya adalah untuk keluar masuk kegiatan sehari-hari di pura tersebut. Halaman ini terdapat beberapa meru menjulang tinggi dengan berbagai ukuran dan bentuk. Tiga halaman dari Pura ini melambangkan tiga tingkat kosmologi dunia, dari yg paling bawah adalah tempat / dunianya manusia, ke tingkat yang lebih suci yaitu tempat bersemayamnya para dewata, serta yang terakhir melambangkan Sorga tempat berstananya Tuhan Yang Maha Esa. Seperti dikisahkan dalam cerita kuno Adhiparwa , keseluruhan kompleks pura menggambarkan Gunung Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu.
Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950. Candi bentar dan tugu yang tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian dalam Pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa, sedangkan candi yg kecil berupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah merupakan tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur dalam perang.
Pura Taman Ayun adalah Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Setiap 210 hari tepatnya setiap "Selasa Kliwon Medangsia" (Menurut perhitungan tahun Saka) segenap masyarakat Mengwi merayakan piodalan selama beberapa hari memuja Tuhan dengan segala manifestasinya.
Kompleks Pura dibagi menjadi 4 halaman yang berbeda, yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman Pertama disebut dengan Jaba yang bisa dicapai hanya dengan melewati satu-satunya jembatan kolam dan Pintu gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (wantilan) dimana sering diadakan sabungan ayam saat ada upacara.
Di halaman ini, juga terdapat tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin. Sambil menuju ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama.
Areal ke tiga atau Halaman ke dua, posisinya lebih tinggi dari halaman pertama untuk masuk ke halaman ini, pengunjung harus melewati pintu gerbang kedua. Begitu masuk, pandangan akan tertuju pada sebuah bangunan Aling-aling "Bale Pengubengan" yang dihiasi dengan relief menggambarkan "Dewata Nawa Sanga", (9 Dewa penjaga arah mata angin).
Di sebelah timur halaman ini ada satu Pura kecil disebut Pura Dalem Bekak, sedangkan di pojok sebelah barat terdapat sebuah Balai Kulkul menjulang tinggi.
Areal ke empat atau halaman terakhir adalah yang tertinggi dan yang paling suci. Pintu gelung yang paling tengah akan dibuka di saat ada upacara, tempat ke luar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan Gerbang yang di kiri kananya adalah untuk keluar masuk kegiatan sehari-hari di pura tersebut. Halaman ini terdapat beberapa meru menjulang tinggi dengan berbagai ukuran dan bentuk. Tiga halaman dari Pura ini melambangkan tiga tingkat kosmologi dunia, dari yg paling bawah adalah tempat / dunianya manusia, ke tingkat yang lebih suci yaitu tempat bersemayamnya para dewata, serta yang terakhir melambangkan Sorga tempat berstananya Tuhan Yang Maha Esa. Seperti dikisahkan dalam cerita kuno Adhiparwa , keseluruhan kompleks pura menggambarkan Gunung Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu.
Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950. Candi bentar dan tugu yang tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian dalam Pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa, sedangkan candi yg kecil berupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah merupakan tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur dalam perang.
DESA WISATA KAMASAN
Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan. Sesungguhnya bakat seni tumbuh pula pada karya-karya seni lainnya yaitu berupa seni ukir emas dan perak dan yang terakhir ialah seni ukir peluru. Meskipun dari segi material yang digunakan kain warna logam mengikuti perubahan yang terjadi tetapi ciri khasnya tetap tampak dalam tema lukisan atau ukiran yaitu menggambarkan tokoh-tokoh wayang.
Tokoh-tokoh wayang yang menjadi tema lukisan atau ukiran mengacu pada cerita epos Mahabharata atau Ramayana, begitu juga cerita kekawin Arjuna Wiwaha, Suthasoma. Oleh karena itu, lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau Wayang Kamasan dapat dikatakan agak tua umurnya dari konteks sejarahnya yang hingga sekarang masih nampak utuh. Menurut kesan para kolektor Internasional, lukisan gaya Kamasan dianggap masih sangat halus dan canggih, bersih, tidak ribut dengan detil yang tidak penting dan sangat jelas pesan ceritanya. Lukisan atau ukiran tradisional yang berintikan wayang itulah yang membawa daya tarik tersendiri bagi seniman atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kamasan.
Lokasi
Kamasan sebagai pusat berkembangnya lukisan dan ukiran tradisional adalah nama sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Desa Kamasan secara geografis termasuk desa dataran rendah pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km. Jarak dari Denpasar ke desa ini ialah 43 km, dapat dicapai dengan kendaraan bermotor, seluruh jalan menuju obyek yaitu pusat-pusat lukisan atau kerajinan ukiran sudah diaspal.
Bisa ditempuh melalui tiga jalur yaitu : (1) Jalur Barat dari tengah-tengah kota kabupaten ke arah selatan sepanjang 1,5 km berbelok ke kiri langsung sampai banjar Sangging, tempat kediaman pelukis tradisional wayang yang ternama yaitu Nyoman Mandra. Ke selatan sedikit lagi sampai ke banjar Pande Mas, pusat ukiran emas, perak; (2) Jalur utara dari kota kabupaten Klungkung agak di bagian timur ke arah selatan melalui belokan-belokan jalan sampai di banjar Siku, juga tempat kediaman pelukis tradisional yang bernama Mangku Mura; (3) Jalur selatan dari tengah-tengah kota Kabupaten Klungkung ke arah selatan sepanjang 3 km melalui desa-desa Tojan dan Gelgel sampai ke banjar Pande, pusat kerajinan ukiran tradisional bahan peluru.
Sepanjang jalan yang dilalui di banjar-banjar atau desa-desa, Tojan dan Gelgel tetangganya masih terdengar dentangan palu para pengrajin ukir perak dan peluru atau juga suara tenunan Cagcag yang menghasilkan kain songket. Dapat disebut obyek-obyek disekitarnya ialah Kertha Gosa di kota Klungkung, Pura Batu Klotok dan Pura Dasar di Gelgel yang memiliki riwayat sisa-sisa kebesaran kerajaan Gelgel abad ke-15 dan ke-16 di Bali.
Fasilitas
Ada sebuah ruang pameran atau penjualan produk lukisan atau ukiran, tempatnya di sebelah barat banjar Sangging, sekitar 50 meter. Sebuah sanggar latihan melukis didirikan oleh Nyoman Mandra di rumahnya sendiri. Apabila tamu-tamu berkunjung ke Kamasan maka lebih banyak dapat menikmati langsung bengkel-bengkel kerja para seniman lukis atau ukir dirumahnya masing-masing. Jalan yang dilalui seluruhnya beraspal bisa ditempuh kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor) atau tersedia pula angkutan tradisional dokar.
Kunjungan
Kamasan sebagai pusat produk lukisan atau ukiran tradisional banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Waktu kunjungan mereka ialah pada siang hari. Para wisatawan yang berkunjung ke Kamasan menggunakan peralatan sepeda motor, mobil, taxi atau dokar.
Deskripsi
Kamasan atau "Ka-emas-an" adalah nama yang cukup tua untuk komunitas orang-orang yang mempunyai pekerjaan dalam bidang memadai yaitu Pande Mas sesuai dengan nama salah satu banjar di desa Kamasan. Bukit arkeologis yang ditemukan berupa tahta-tahta batu, arca menhir, lesung batu, palungan batu, monolit yang berbentuk silinder, batu dakon, lorong-lorong jalan yang dilapisi batu kali yang pernah ditemukan pada tahun 1976 dan 1977, yang tersebar di desa-desa Kamasan, Gelgel dan Tojan, memberi petunjuk bahwa komunitas cukup tua umurnya.Dari temuan arkeologis itu juga memberi petunjuk bahwa tradisi megalitik pernah mewarnai kehidupan komunitas di Kamasan dan sekitarnya, yaitu kehidupan komunitas pra Hindu yang berakar pada masa neolitikum (+ 2000 tahun SM). Tradisi Megalitik telah diserap oleh para undagi dan ke-pande-an pada periode kemudian. Para Pande semakin dikenal dan difungsikan oleh Raja (Ida Dalem) sejak kerajaan berpusat di Gelgel (1380-1651).Produk seni ukir pada logam emas atau perak yang berbentuk pinggan (bokor, dulang dll) telah dijadikan perlengkapan barang-barang perhiasan Keraton Suweca Linggaarsa Pura Gelgel. Selain seni ukir, berkembang pula seni lukis wayang untuk hiasan di atas kain berupa bendera (kober , umbul-umbul, lelontek), kain hiasan (ider-ider dan parba) yang menjadi pelengkap dekorasi di tempat-tempat suci (pura) atau bangunan di komplek Kraton.Sejak pemegang tahta II berkuasa yaitu Dalem Waturenggong (1460-1550) kerajaan Gelgel mencapai puncak kemasyuran, maka keemasan Kamasan merupakan desa pengrajin. Banjar-banjar yang ada terutama Sangging dan Pande Mas dapat dikatakan banjar Gilda, kelompok kerja, pengrajin yang terdiri dari rumah-rumah serta bengkel-bengkel dimana para warganya tinggal, bekerja dan mengabdi kepada sang Raja hingga pada akhir hayat mereka.Raja dipandang sebagai dewa raja yang bertugas menjaga agar jagad (alam semesta dan isinya) senantiasa ada dalam keadaan seimbang dan selaras. Oleh karena seni dipandang sebagai unsur penting dalam menjaga keselarasan itu lewat karya seni sakral maka menjadi tugas penguasa untuk melindungi serta memelihara kesenian.Pada waktu pusat kekuasaan dipindahkan dari Gelgel ke Klungkung, oleh Dewa Agung Jambe tahun 1686, keturunan langsung dari Dinasti Kresna Kepakisan di Gelgel, kedudukan desa Kamasan yang berintikan Sangging dan Pande Mas sebagai banjar Gilda pengrajin tempat para seniman lukisan dan ukiran tetap dipertahankan.Akan tetapi sekarang sesudah Klungkung berubah menjadi ibukota kabupaten Propinsi Bali dan para keturunan Raja serta bangsawannya menjadi pejabat dan pegawai RI, banjar Sangging dan Banjar Pande Mas bukan lagi banjar Gilda dari sang Raja. Meskipun demikian, para seniman dan pengrajin Sangging, pande mas dan Banjar-banjar lainnya : Siku, Geria, Kacangdawa, Peken Pande dan Tabanan masih terus menghasilkan lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau gaya wayang.Perluasan produk pengrajin telah beragam, tidak hanya terbatas pada ukiran emas dan perak tetapi muncul pula seni ukir yang berbahan tembaga atau kuningan dan peluru. Produk kesenian mereka berupa lukisan atau ukirannya banyak dipesan oleh wisatawan mancanegara atau nusantara. Begitu juga, sejalan dengan meningkatnya turisme, toko-toko souvenir dan seni di Klungkung, atau pasar seni Gianyar dan Denpasar serta hotel-hotel juga menjadi pelanggan yang tetap dari produk kesenian gaya wayang di Kamasan.
Tokoh-tokoh wayang yang menjadi tema lukisan atau ukiran mengacu pada cerita epos Mahabharata atau Ramayana, begitu juga cerita kekawin Arjuna Wiwaha, Suthasoma. Oleh karena itu, lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau Wayang Kamasan dapat dikatakan agak tua umurnya dari konteks sejarahnya yang hingga sekarang masih nampak utuh. Menurut kesan para kolektor Internasional, lukisan gaya Kamasan dianggap masih sangat halus dan canggih, bersih, tidak ribut dengan detil yang tidak penting dan sangat jelas pesan ceritanya. Lukisan atau ukiran tradisional yang berintikan wayang itulah yang membawa daya tarik tersendiri bagi seniman atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kamasan.
Lokasi
Kamasan sebagai pusat berkembangnya lukisan dan ukiran tradisional adalah nama sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Desa Kamasan secara geografis termasuk desa dataran rendah pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km. Jarak dari Denpasar ke desa ini ialah 43 km, dapat dicapai dengan kendaraan bermotor, seluruh jalan menuju obyek yaitu pusat-pusat lukisan atau kerajinan ukiran sudah diaspal.
Bisa ditempuh melalui tiga jalur yaitu : (1) Jalur Barat dari tengah-tengah kota kabupaten ke arah selatan sepanjang 1,5 km berbelok ke kiri langsung sampai banjar Sangging, tempat kediaman pelukis tradisional wayang yang ternama yaitu Nyoman Mandra. Ke selatan sedikit lagi sampai ke banjar Pande Mas, pusat ukiran emas, perak; (2) Jalur utara dari kota kabupaten Klungkung agak di bagian timur ke arah selatan melalui belokan-belokan jalan sampai di banjar Siku, juga tempat kediaman pelukis tradisional yang bernama Mangku Mura; (3) Jalur selatan dari tengah-tengah kota Kabupaten Klungkung ke arah selatan sepanjang 3 km melalui desa-desa Tojan dan Gelgel sampai ke banjar Pande, pusat kerajinan ukiran tradisional bahan peluru.
Sepanjang jalan yang dilalui di banjar-banjar atau desa-desa, Tojan dan Gelgel tetangganya masih terdengar dentangan palu para pengrajin ukir perak dan peluru atau juga suara tenunan Cagcag yang menghasilkan kain songket. Dapat disebut obyek-obyek disekitarnya ialah Kertha Gosa di kota Klungkung, Pura Batu Klotok dan Pura Dasar di Gelgel yang memiliki riwayat sisa-sisa kebesaran kerajaan Gelgel abad ke-15 dan ke-16 di Bali.
Fasilitas
Ada sebuah ruang pameran atau penjualan produk lukisan atau ukiran, tempatnya di sebelah barat banjar Sangging, sekitar 50 meter. Sebuah sanggar latihan melukis didirikan oleh Nyoman Mandra di rumahnya sendiri. Apabila tamu-tamu berkunjung ke Kamasan maka lebih banyak dapat menikmati langsung bengkel-bengkel kerja para seniman lukis atau ukir dirumahnya masing-masing. Jalan yang dilalui seluruhnya beraspal bisa ditempuh kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor) atau tersedia pula angkutan tradisional dokar.
Kunjungan
Kamasan sebagai pusat produk lukisan atau ukiran tradisional banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Waktu kunjungan mereka ialah pada siang hari. Para wisatawan yang berkunjung ke Kamasan menggunakan peralatan sepeda motor, mobil, taxi atau dokar.
Deskripsi
Kamasan atau "Ka-emas-an" adalah nama yang cukup tua untuk komunitas orang-orang yang mempunyai pekerjaan dalam bidang memadai yaitu Pande Mas sesuai dengan nama salah satu banjar di desa Kamasan. Bukit arkeologis yang ditemukan berupa tahta-tahta batu, arca menhir, lesung batu, palungan batu, monolit yang berbentuk silinder, batu dakon, lorong-lorong jalan yang dilapisi batu kali yang pernah ditemukan pada tahun 1976 dan 1977, yang tersebar di desa-desa Kamasan, Gelgel dan Tojan, memberi petunjuk bahwa komunitas cukup tua umurnya.Dari temuan arkeologis itu juga memberi petunjuk bahwa tradisi megalitik pernah mewarnai kehidupan komunitas di Kamasan dan sekitarnya, yaitu kehidupan komunitas pra Hindu yang berakar pada masa neolitikum (+ 2000 tahun SM). Tradisi Megalitik telah diserap oleh para undagi dan ke-pande-an pada periode kemudian. Para Pande semakin dikenal dan difungsikan oleh Raja (Ida Dalem) sejak kerajaan berpusat di Gelgel (1380-1651).Produk seni ukir pada logam emas atau perak yang berbentuk pinggan (bokor, dulang dll) telah dijadikan perlengkapan barang-barang perhiasan Keraton Suweca Linggaarsa Pura Gelgel. Selain seni ukir, berkembang pula seni lukis wayang untuk hiasan di atas kain berupa bendera (kober , umbul-umbul, lelontek), kain hiasan (ider-ider dan parba) yang menjadi pelengkap dekorasi di tempat-tempat suci (pura) atau bangunan di komplek Kraton.Sejak pemegang tahta II berkuasa yaitu Dalem Waturenggong (1460-1550) kerajaan Gelgel mencapai puncak kemasyuran, maka keemasan Kamasan merupakan desa pengrajin. Banjar-banjar yang ada terutama Sangging dan Pande Mas dapat dikatakan banjar Gilda, kelompok kerja, pengrajin yang terdiri dari rumah-rumah serta bengkel-bengkel dimana para warganya tinggal, bekerja dan mengabdi kepada sang Raja hingga pada akhir hayat mereka.Raja dipandang sebagai dewa raja yang bertugas menjaga agar jagad (alam semesta dan isinya) senantiasa ada dalam keadaan seimbang dan selaras. Oleh karena seni dipandang sebagai unsur penting dalam menjaga keselarasan itu lewat karya seni sakral maka menjadi tugas penguasa untuk melindungi serta memelihara kesenian.Pada waktu pusat kekuasaan dipindahkan dari Gelgel ke Klungkung, oleh Dewa Agung Jambe tahun 1686, keturunan langsung dari Dinasti Kresna Kepakisan di Gelgel, kedudukan desa Kamasan yang berintikan Sangging dan Pande Mas sebagai banjar Gilda pengrajin tempat para seniman lukisan dan ukiran tetap dipertahankan.Akan tetapi sekarang sesudah Klungkung berubah menjadi ibukota kabupaten Propinsi Bali dan para keturunan Raja serta bangsawannya menjadi pejabat dan pegawai RI, banjar Sangging dan Banjar Pande Mas bukan lagi banjar Gilda dari sang Raja. Meskipun demikian, para seniman dan pengrajin Sangging, pande mas dan Banjar-banjar lainnya : Siku, Geria, Kacangdawa, Peken Pande dan Tabanan masih terus menghasilkan lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau gaya wayang.Perluasan produk pengrajin telah beragam, tidak hanya terbatas pada ukiran emas dan perak tetapi muncul pula seni ukir yang berbahan tembaga atau kuningan dan peluru. Produk kesenian mereka berupa lukisan atau ukirannya banyak dipesan oleh wisatawan mancanegara atau nusantara. Begitu juga, sejalan dengan meningkatnya turisme, toko-toko souvenir dan seni di Klungkung, atau pasar seni Gianyar dan Denpasar serta hotel-hotel juga menjadi pelanggan yang tetap dari produk kesenian gaya wayang di Kamasan.
Senin, 06 September 2010
PASAR SENI SUKAWATI
Pasar Sukawati adalah pasar paling popular di Bali yang dikenal sebagai tempat membeli barang-barang kerajinan dengan harga murah.
Pasar Sukawati terletak sekitar 30 kilometer di timur Denpasar, sekitar 40 menit drive dari Kuta. Letaknya di pinggir jalan raya Sukawati yang merupakan akses utama dari Denpasar menuju Gianyar. Kalau Anda dari arah Denpasar, pasar seni ada di sebelah kiri jalan dan pasar tradisional di sebelah kanan jalan. Di pasar seni ada ratusan pedagang seni berkumpul menjajakan barang kerajinan, mulai dari patung kayu, lukisan, kaos, celana pendek, tas, sandal, dan banyak lagi. Motifnya unik dan khas Bali.
Harga barang di sini relatif murah. Tapi, tetap saja Anda terkena hukum wajib menawar sebab biasanya para pedagang di sini selalu membuka harga tinggi untuk semua jenis barangnya.
Belanja murah di Sukawati juga harus tetap memperhatikan kualitas barang. Cek dengan teliti kondisinya, jangan sampai ukurannya tidak sesuai dengan yang terjahit di label, mutu jahitannya jelek atau ada aksesoris yang lepas. Bila perlu, coba langsung di sana.
Karena pasar Seni Sukawati terlalu padat dan macet, maka dibangunlah pasar seni yang lain yakni pasar seni Guwang. Letaknya masih di seputar Sukawati juga. Persisnya, sekitar dua kilometer sebelah selatan pasar Sukawati yang lama.
Barang seni yang dijual di sini juga hampir sama dengan yang ada di pasar seni Sukawati. Pakaian adat Bali, kerajinan tas, sandal, bed cover, baju dengan motif Bali, celana, dan banyak lagi, semuanya sama dengan yang dipajang di Pasar Seni Sukawati
PURA TIRTA EMPUL
Pura Tirta Empul dan permandiannya terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar.
Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.
Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.
Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala. Pendirian pura ini diperkirakan pada tahun 960 A.D. pada jaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Seperti biasa pura – pura di Bali, pura ini dibagi atas Tiga bagian yang merupakan Jaba Pura (HaLaman Muka), Jaba Tengah (Halaman Tengah) dan Jeroan (Halaman Dalam).
Pada Jaba Tengah terdapat 2 (dua) buah kolam persegi empat panjang dan kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari Timur ke Barat menghadap ke Selatan. Masing – masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (Racun).
Pancuran Cetik dan nama Tirta Empul ada hubungannya dengan mitologi yaitu pertempuran Mayadenawa Raja Batu Anyar (Bedahulu) dengan Bhatara Indra.
Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa.
Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah disebelah Utara Desa Tampak siring.
Akibatnya kesaktiannya Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (Racun) yang mengakibatkan banyaknya para laskar Bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.
Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar.
Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.
Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.
Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala. Pendirian pura ini diperkirakan pada tahun 960 A.D. pada jaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Seperti biasa pura – pura di Bali, pura ini dibagi atas Tiga bagian yang merupakan Jaba Pura (HaLaman Muka), Jaba Tengah (Halaman Tengah) dan Jeroan (Halaman Dalam).
Pada Jaba Tengah terdapat 2 (dua) buah kolam persegi empat panjang dan kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari Timur ke Barat menghadap ke Selatan. Masing – masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (Racun).
Pancuran Cetik dan nama Tirta Empul ada hubungannya dengan mitologi yaitu pertempuran Mayadenawa Raja Batu Anyar (Bedahulu) dengan Bhatara Indra.
Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa.
Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah disebelah Utara Desa Tampak siring.
Akibatnya kesaktiannya Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (Racun) yang mengakibatkan banyaknya para laskar Bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.
GOA GAJAH
Goa Gajah terletak di desa Beduli, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar, jarak dari Denpasar kurang lebih 26 km, sangat mudah dicapai.
Disana ada kios-kios kesenian dan rumah makan. Pura ini dikelilingi oleh persawahan dengan keindahan sungai Petanu. Berada pada jalur denpasar Tampaksiring Danau Batur Kintamani. Disekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti yeh Pulu, Samuan Tiga, gedong Arca, Arjuna Bertapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain.
Namun Goa Gajah belum diketahui asal-usulnya secara pasti. Nama ini perpaduan dengan nama Pura Goa (sebutan masyarakat setempat dengan nama kuno yang termuat dalam prasasti-prasati, yakni Ergajah dan Lwa Gajah. Nama-nama Antakunjarapada dan Ratnakunjarapada mengandung pula arti gajah (kunjara)
Disini dulu tempatnya kaum Brahmana mangadakan Tapa Berata, bilamana anda masuk ke dalam gua. di kiri kanan dan di Ujung dalam gua, anda akan melihat tempat strategis seperti tempat untuk mengadakan yoga semadi. Di luar area Goa terdapat patung Ganeca dan permandian penduduk desa yang masih digunakan sampai sekarang.
PANTAI LOVINA
Lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise merupakan dua fenomena alam yang jarang bisa dinikmati dalam waktu bersamaan. Di Pantai Lovina Buleleng, Bali, Anda dapat menyaksikan dua fenomena alam yang indah ini dalam waktu bersamaan.
Untuk dapat menyaksikan lumba-lumba dan keindahan matahari terbit atau Sunrise, Anda harus sudah berangkat dari tepi Pantai Lovina pukul 6 pagi waktu setempat. Dengan membayar sekitar Rp 50 ribu per orang, pengemudi perahu motor akan membawa Anda ke tengah laut untuk melihat kemunculan lumba-lumba.
Setelah berlayar ke tengah laut selama kurang lebih 30 menit, pengemudi perahu motor yang juga sekaligus sebagai ‘guide’ (pemandu wisata) mulai mencari lokasi munculnya lumba-lumba.
Di tengah laut, puluhan perahu motor yang mengangkut wisatawan asing dan domestik sudah tampak hilir mudik mencari lokasi munculnya lumba-lumba.
Seiring munculnya matahari terbit atau sunrise di ufuk timur, kumpulan ikan lumba-lumba mulai bermunculan dan kadang berloncatan di beberapa lokasi yang ada di laut.
Untuk bisa melihat lumba-lumba ini dengan jelas, pengemudi perahu motor harus membawa perahu motornya sedekat mungkin dengan kawanan lumba-lumba tersebut.
Waktu yang baik untuk melihat kawanan lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise di Pantai Lovina adalah pukul 7.30 hingga pukul 8 pagi waktu setempat. Pada waktu tersebut, lumba-lumba muncul ke permukaan untuk memangsa ikan-ikan kecil yang ada di perairan Pantai Lovina. (ctg)
AIR TERJUN GITGIT
Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk. Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai dan alami. Sudah berapa Air Terjunkah yang anda kunjungi selama anda melakukan wisata ke daerah Desa Gitgit? Yang kita ketahui di Desa Gitgit terdapat tiga lokasi wisata Air Terjun (Air Terjun Gitgit, Air Terjun Bertingkat, Air Terjun Campuhan) Dan perlu diketahui bahwa baru-baru ini Agustus / September 2008 telah dibuka kembali lokasi pariwisata Air Terjun Gitgit yang diberi nama Air terjun “Colek Pamor”, Air terjun ini letaknya tidak jauh dari Air terjun yang sudah sering kita kunjungi. Tepatnya Air terjun ini berlokasi disebelah selatan dari lokasi Air Terjun Gitgit. Pintu masuk jalan menuju lokasi ini kira-kira 100 meter dari parkiran Air Terjun Gitgit, tepat disebelah kanan jalan tikungan pertama terdapat plang papan sederhana yang bertuliskan Air Terjun “Colek Pamor”. Tempat lokasi Air Terjun jaraknya kira-kira 500 meter dari badan jalan raya, suasana yang masih begitu alami akan sangat menantang bagi anda yang doyan berwisata trecking. Disini akan merasa nyaman karena akan jauh suara deru kebisingan, suasana disini sengaja masih dipertahankan kealamianya. Disepanjang jalan anda akan menemukan perkebunan cengkeh, kopi, pala, serta kakau.
PANTAI KUTA
Mungkin semua orang sudah pernah dengar yang namanya Pantai Kuta, ya walaupun belum semua orang pernah mengunjungi pantai ini. Pantai ini terletak di pesisir barat Pulau Bali, sejak dulu pantai ini merupakan favorit para wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Disepanjang Pantai Kuta dan sekitarnya banyak terdapat Hotel - hotel berbintang maupun non bintang, disamping itu sepanjang jalur menuju Pantai banyak disuguhkan berbagai tempat belanja yang dimana menyediakan barang - barang souvenir, pakaian maupun makanan.
Sungguh sangat tidak lengkap jika anda berkunjung ke Pulau Bali tanpa melihat pantai ini. Bermacam kegiataan yang bisa dilakukan oleh wisatawan di pantai ini dari bermain selancar, main bola maupun yang sekedar berjemur menikmati hangatnya sinar matahari.
Yang bisa kami sarankan adalah datanglah ke pantai Kuta di sore hari, selain suasana keramaian turis dengan berbagai macam kegiatannya dan jika beruntung anda akan disuguhkan terbenamnya matahari.
Jadi tunggu apalagi, jangan cuma mendengar kisahnya dari orang lain....datanglah ke Bali, dan jika memang terbentur dengan budget anda bisa minta info saat - saat yang tepat untuk datang ke bali.
Hubungi kami ya....Trims
Sabtu, 04 September 2010
GOA LAWAH
Cicit kelelawar bagai tak henti-hentinya di Pura Goa Lawah ini sepanjang hari-sepanjang malam .Pura Goa Lawah berlokasi di Kecamatan Dawan, Klungkung dan berada dipinggir utara jalan arteri antara kota Semarapuira- ibukota Kab.Klungkung, kearah timur menuju kota Amlapura- ibukota Kab.Karangasem.Jarak Pura Goa Lawah dari Denpasar- ibukota Propinsi Bali sekitar 49 KM, atau 10 KM sebelah timur kota Semarapura.
Posisi Goa Lawah terletak pada koordinat 8 derajat, 31 menit Lintang Selatan dan 115 derajat, 30 menit Bujur Timur pada ketinggian sekitar 5 meter dari muka air laut pasang tertinggi.Pura yang dihuni ribuan kelelawar ini memiliki status sebagai KahyanganJjagat, dalam hal ini Sad Kahyangan tempat sthana Ida Sang Hyang Basukih dan menurut Padma Bhuwana, pura ini berada diarah tenggara sebagai kedudukan Dewa Maheswara.Sebagaimana pura-pura besar Kahyangan lainnya, maka terasa sulit mengetahui dengan sebenarnya siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini. Diperkirakan Maha Pandita Mpu Kuturan memiliki hubungan kesejarahan dengan pendirian dan keberadaan Pura Goa Lawah ini.
Dang Hyang Nirartha dijaman pemerintahan Dalem Waturenggong merupakan Maha Pandita lain yang pernah datang ketempat ini. Pengemong Pura Goa Lawah adalah kramadesa adat Pesinggahan. Pada bulan-bulan baik- sasih ayu dan hari-hari baik-rahina subhadiwasa, umat Hindu banyak berdatangan ketempat ini. Di Pura ini umat Hindu melakukan upacara Nyegara Gunung, karena lokasinya berada ditepi laut dan diperbukitan atau gunung. Hanya beberapa meter disebelah selatan pura terdapat pantai sedangkan gunung itu sendiri diwakili oleh perbukitan dimana pura dan goa ini berlokasi. Konon Goa ini tembus ke Gunung Agung dan diperkirakan merupakan bekas aliran sungai bawah tanah.
Upacara Nyegara Gunung atau Upacara Ngajar-ajar/Majar-ajar sendiri merupakan suatu upacara kelanjutan dari upacara Pitra Yadnya dalam hal ini dari tingkatan Nyeka, Mamukur sampai Maligia Punggel dalam kaitan dengan upacara Ngalinggihan Dewa Pitara di Sanggah Pamerajan. Disamping itu Upacara Nyegara Gunung diselenggarakan pula dalam kaitan dengan selesainya suatu upacara Dewa Yadnya.
Dalam kaitan dengan penyelenggaraan pemeliharaan pura secara niskala atau rohaniah di pura ini diselenggarakan upacara Piodalan atau Pujawali setiap 210 hari sekali bertepatan dengan hari Anggara Kasih atau Selasa Keliwon wuku Medangsia dengan tingkatan upacara : Padudusan Alit dan Padudusan Agung yang diselenggarakan bergantian.
Sementara dalam pemeliharaan fisik serta pengembangannya, Pura Goa Lawah yang diemong oleh kramadesa Pasinggahan, hendaknya dapat mengikuti tata pemeliharaan dan pengembangan sebuah pura Kahyangan Jagat khususnya Sad Kahyangan. Penyelenggaraan pemeliharaan baik dalam bentuk upacara maupun pemeliharaan fisik hendaknya juga menjadi perhatian seluruh umat Hindu. Perhatian khusus, hendaknya diusahakan penanaman buah-buahan untuk keperluian makanan kelelawar sehingga kehidupannya terjamin dari masa- kemasa, disamping kebutuhan penanaman bunga-bungaan dan pepohonan yang selaras dengan konsep penataan sebuah pura.
Orientasi persembahyangan di pantai mengarah ke selatan atau ke laut. Sedangkan orientasi persembahyangan di Pura Goa Lawah ke arah Goa atau kearah utara. Diatas bukit terdapat juga sebuah Pura Yakni : Pura Pucak Sari.
Palebahan atau areal pura dibagi atas Tri Mandala : Jeroan, sebagai utama mandala dimana Goa ini berada dengan beberapa Pelinggih utama; Jaba Tengah, sebagai madya mandala diisi dengan beberapa pelinggih dan Jaba Sisi adalah pantai atau segara Goa Lawah yang dipisahkan dengan jalan Semarapura- Amlapura
dengan kawasan jaba tengah dan jeroan.
Pura ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena keberadaan goa kelelawarnya sendiri serta bangunan pura dan kegiatan umat bersembahyang. Pura ini memiliki fasilitas yang cukup memadai, seperti Parkir, Wantilan,Urinoir / jamban serta beberapa tempat berteduh baik bagi pemedek ataupun wisatawan nusantara maupun mancanegara. Semua fasilitas ini seyogyanya ditata kembali sehingga tepat fungsi dan selalu berada dalam keadaan bersih dan rapi.
Langganan:
Postingan (Atom)














